Beranda » Tips » Bagaimana Tim Baliwebstar Memilih CMS yang Tepat untuk Setiap Klien, Cerita di Balik Jasa Pembuatan Website Kami

Bagaimana Tim Baliwebstar Memilih CMS yang Tepat untuk Setiap Klien, Cerita di Balik Jasa Pembuatan Website Kami

Sebagai desainer di Baliwebstar, saya sering mendapat pertanyaan yang sama dari calon klien: “CMS apa yang kalian gunakan untuk membuat website?”

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak pernah satu jenis saja.

Bagi kami, CMS (Content Management System) bukan sekadar alat, melainkan fondasi utama yang menentukan seberapa nyaman klien mengelola website mereka ke depan.

Disini saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana tim Baliwebstar memilih CMS yang paling sesuai dengan kebutuhan setiap klien, mulai dari UMKM hingga perusahaan berskala besar.

Memahami Kebutuhan Klien Adalah Langkah Pertama

Sebelum berbicara tentang WordPress, Laravel, atau CMS lainnya, kami selalu memulai dengan satu hal: mendengarkan kebutuhan klien.

Beberapa pertanyaan yang biasanya kami ajukan:

  • Website ini untuk profil bisnis, blog, toko online, atau sistem internal?
  • Siapa yang akan mengelola konten ke depannya?
  • Apakah butuh fitur khusus seperti booking, pembayaran online, atau integrasi API?
  • Seberapa sering konten akan diperbarui?

Jawaban dari sini menjadi peta utama kami dalam menentukan CMS yang paling tepat.

WordPress untuk Fleksibilitas dan Kemudahan

Untuk banyak klien UMKM dan bisnis lokal, WordPress sering menjadi pilihan utama. Alasannya sederhana: mudah digunakan, fleksibel, dan punya ribuan plugin.

Kami biasanya merekomendasikan WordPress untuk:

  • Website company profile
  • Blog dan portal berita
  • Landing page promosi
  • Website dengan update konten rutin

Dari sisi SEO dan Google Discover, WordPress juga sangat ramah karena struktur kontennya mudah dioptimalkan.

CMS Custom untuk Kebutuhan Khusus

Tidak semua klien cocok dengan CMS siap pakai. Beberapa perusahaan membutuhkan sistem yang benar-benar disesuaikan dengan alur kerja internal mereka.

Untuk kasus seperti ini, tim Baliwebstar memilih:

  • CMS berbasis framework (seperti Laravel atau teknologi serupa)
  • Sistem dashboard khusus
  • Integrasi dengan sistem internal atau aplikasi pihak ketiga

Solusi ini memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih stabil dan sesuai kebutuhan jangka panjang.

Keamanan dan Skalabilitas Jadi Pertimbangan Utama

Sebagai desainer, saya sering menekankan bahwa website bukan hanya soal tampilan, tetapi juga soal keamanan dan pertumbuhan bisnis.

Kami memilih CMS yang:

  • Mudah di-update secara berkala
  • Memiliki sistem keamanan yang kuat
  • Bisa dikembangkan seiring pertumbuhan trafik dan fitur

Klien tidak perlu memikirkan migrasi ulang ketika bisnis mereka berkembang.

SEO dan Google Discover, Bukan Sekadar Bonus

Setiap CMS yang kami pilih selalu kami uji dari sisi:

  • Struktur URL yang SEO-friendly
  • Kemudahan mengatur meta title dan description
  • Kecepatan loading halaman
  • Tampilan mobile friendly

Tujuannya satu: website klien punya peluang lebih besar tampil di hasil pencarian dan Google Discover.

Kolaborasi, Bukan Sekadar Jasa

Di Baliwebstar, kami tidak melihat klien sebagai “pembeli jasa”, tetapi sebagai partner jangka panjang. Proses memilih CMS selalu kami jelaskan secara transparan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Dengan begitu, klien tahu apa yang mereka gunakan dan mengapa itu dipilih untuk bisnis mereka.

CMS yang Tepat, Bisnis Lebih Kuat

Memilih CMS bukan soal tren, tetapi soal kebutuhan, kenyamanan, dan masa depan bisnis klien. Itulah prinsip yang selalu dipegang tim Baliwebstar dalam setiap proyek pembuatan website.

Jika Anda sedang mencari jasa pembuatan website yang tidak hanya fokus pada desain, tetapi juga strategi, sistem, dan pertumbuhan, kami percaya CMS yang tepat adalah langkah pertama menuju website yang benar-benar bekerja untuk bisnis Anda.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less